“Pak Ustadz pernah pacaran?”, beberapa kali saya mendapat pertanyaan ini, terutama orang yang baru kenal dengan saya. Saya jawab dengan tegas, YA! Ketika kemudian pertanyaan dilanjutkan, “Pak Ustadz sudah berapa kali pernah pacaran?”. Saya jawab juga dengan tegas, EMPAT KALI! Rata-rata semua orang surprise banget dengan jawaban saya ini. Apakah ada yang salah dengan masa lalu saya? Saya hanya ingin mencoba bersikap jujur saja, tidak lebih. Bagaimanapun juga, Pak Ustadz juga manusia…
Memang, topik pacaran merupakan topik hangat yang tak pernah basi untuk dibicarakan. Satu kata, namun maknanya bisa berbeda-beda bagi semua orang. Bahkan, sempat muncul pula istilah “pacaran islami” meski sebagian orang menyangkalnya habis-habisan. Saya tidak akan meperdebatkan masalah ini di sini, toh tidak terlalu ada gunanya jika saya tulis, Pacaran itu haram hukumnya! di sini. Jika kalian beragama Islam, silahkan pelajari Islam itu sendiri, dan temukan sendiri jawabannya. Okay?
Kembali ke topik mengenai diri saya… Pasti ada yang bertanya, gimana sih gaya pak Ustadz pacaran dulu? Halah, ga usah pake dibayangin segala deh. Ga bakalan ada yang aneh-aneh, ga ada yang namanya peluk-pelukan, ga ada yang namanya cium-ciuman, pokoknya biasa saja. Namanya juga cinta monyet waktu SMP dan SMA tapi saya bukan monyet lho. Dasar masih culun, saya dulu itu mikirnya pacaran itu bisa jadi motivasi buat belajar. Bener ga sih? Ternyata sama saja, saat punya pacar atau tidak, rapor saya tetap sama, tetap dipenuhi deretan angka 8 dan 9, senangnya… Sebenarnya waktu itu intinya saya butuh temen ngobrol aja sich. Terus terang saya dulu orangnya keras kepala, semua masalah saya selesaikan sendiri, sehingga boleh dibilang saya ndak pernah, jarang banget, cerita dengan orang tua dan adik saya. Jadi ya pacarannya cuma ngobrol-ngobrol doank deh kayaknya. Lalu, gimana donk dengan malam minggu? Huahaha, ini termasuk pertanyaan yang aneh juga. Lha wong saya pacaran ndak pake modal sih, motor ja ga punya (ada sih tapi ga bisa naik motor
)
Waduh, koq garing banget ya kelihatannya? Sssttt, sepertinya sih begitu, hihihi.. Saya sendiri juga heran lho, kenapa semua bilang kalo saya ini cowok yang romantis banget, beruntunglah perempuan yang akan jadi istri saya nanti. Padahal wajah saya pas-pasan, badan juga kecil, koq ya masih ada yang tertarik sama saya. Sampai-sampai ada yang bilang saya punya aji-aji apa gitu, kebangetan banget sich! Tapi kalau dari saya pribadi sih menganggap semua itu wajar. Bisa jadi mereka menyukai saya dari segi kepribadian saya. Orang tua saya mendidik saya untuk selalu berbuat baik kepada siapapun, tidak perduli dengan siapapun itu, laki-laki ataupun perempuan, semuanya sama.
Sikap baik saya tersebut membuat cap PLAYBOY melekat pada diri saya. Entah, dari siapa bermula istilah tersebut, yang jelas banyak sekali orang yang menganggap saya begitu. Koq bisa sampai begitu? Ya, karena saya dekat dengan semua orang, cewek maupun cowok. Kalau saya dekat dengan cowok, semua bilang “ah, itu sich biasa..”, ga mungkin kan saya digosipin jadi homo. Nah, kalau saya dekat dengan cewek, semua bilang “siapa lagi tuh..!” Padahal cewek itu bisa jadi satu partner dalam praktikum kuliah, partner di organisasi, partner di kerjaan sambilan, atau teman lama. Herannya, terkadang teman cewek saya ini malah ikutan terpengaruh ucapan orang-orang di sekelilingnya. Akhirnya, tanpa disangka-sangka, beberapa orang di antaranya memberikan dirinya untuk menyatakan cinta ke saya. Dooor, saya ditembak nih! Mau gimana lagi, hanya kata maaf yang bisa saya berikan. “Maaf, saya lagi ndak mau pacaran, kita tetep jadi teman seperti biasa aja yach, kan lebih enak begitu”.
Sekarang, saya sudah lama banget menjomblo, sempat juga mau ikutan klub Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Imut-Imut). Jadi ketawa-ketawa sendiri kalau mengingat semua cerita cinta di masa-masa dulu. Sekarang dua dari mantan pacar saya sudah menikah, dan sudah punya anak, alhamdulillah.. Sementara kedua yang lain sedang dalam proses untuk menikah, semoga urusan mereka dilancarkan. Hubungan persahabatan saya dengan mereka semua akan tetap terjalin hingga kapan pun.
Lalu, apakah saya akan mencari pacaran lagi? Ga usah lah, langsung mencari calon istri saja. Jadi kalau ada yang menembak saya untuk pacaran, sudah pasti saya tolak! Tapi kalau ada yang ingin mendaftar menjadi calon istri saya, silahkan isi formulir pendaftaran dan ikuti tahap seleksi selanjutnya…















mas, saya termasuk salah satu fans kamu nih. mas memang cow yg pandai memikat hati wanita neh… kangen nih sama kamu mas…