
Emang jadi “tukang parkir” bisa sukses? Ya lihatlah si abang Brokencode yang satu ini. Prestasi dia beberapa bulan belakangan ini adalah menjadi seorang “tukang parkir” yang bergaji dolar dan berhasil mengajak beberapa orang untuk menjadi “tukang parkir” juga. Herannya, kebanyakan “tukang parkir” hasil bimbingan dia ikutan sukses besar juga. Aku jadi ikutan ngiler nich, pengen jadi “tukang parkir” juga. Pekerjaan “tukang parkir” memang menjadi pekerjaan nikmat bagi para “pemalas”. Bagaimana tidak, kita tinggal menyediakan “lahan kosong”, kita tungguin aja, ada yang “mampir” ke tempat kita, dan duit pun mengalir dengan sendirinya. Kalian kepingin juga ga jadi “tukang parkir” bergaji dolar?
“Bentar toh pak ustadz? Saya ndak paham maksud sampeyan tentang “tukang parkir” dari tadi. Maksude opo?”. Pernah nggak lihat halaman web yang kelihatannya ndak jelas apa isinya. Contohnya web ini, si Brokencode pasti jingkrak-jingkrak lahan parkirnya aku tulis di sini. Ya, web tersebut adalah sebuah “lahan parkir” dimana jika kalian semua mampir ke web tersebut, dan kemudian klak klik aja isinya, maka sang “tukang parkir” akan mendapatkan penghasilan dari tangan jahil kalian (pay per click). “Ah, masa iya semudah itu?” Ya memang begitu adanya. Jadi, kita tinggal membeli satu atau beberapa domain (gak perlu hosting), kemudian kita jadikan “lahan parkir” melalui pihak penyedia “jasa parkir”. Sesudah itu, jangan lupa menyedikan secangkir kopi hangat untuk menunggu “lahan parkir” kita menghasilkan dolar buat kita.
Dalam dunia internet, urusan parkir memarkir - atau istilah kerennya domain parking memang sedang ramai digeluti banyak orang. Tapi kalau asal ikut-ikutan apa ya dolarnya bisa ikut juga? Jangan sampai nasibnya seperti halnya kita membeli “lahan parkir” di sebuah “desa kecil” atau di “tengah hutan”. Sapa yang mau parkir di sana?
Lalu, apa yang harus diperhatikan jika ingin memulai bisnis sebagai “tukang parkir” di dunia internet?
Penyedia Domain Parking. Beberapa contoh pihak penyedia domain parking antara lain Sedo, NameDrive, GoDaddy, dan Parked. Bahkan mbah Google pun sebenarnya punya layanan serupa yang dinamakan AdSense for Domain. Nah, masing-masing penyedia Domain Parking memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Menurut beberapa pihak, Parked termasuk salah satu yang paling menjanjikan saat ini. Catatan penting jika ingin mendaftar di Parked adalah kalian harus mempunyai minimal 10 (sepuluh) domain sebagai “lahan parkir”. Selain itu, mendaftar di Parked terkenal sangat susah sehingga kalian dianjurkan mendaftar melalui referral tukang parkir yang sudah sukses seperti Brokencode, Cosa, Dexno. Baca juga tips-nya di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Domain (Lahan Parkir). Seperti pepatah jaman dulu, “banyak anak banyak rejeki” berlaku pula untuk urusan domain parking. Semakin banyak domain yang kalian parkir maka semakin banyak juga potensi penghasilan yang bisa didapatkan. Berapa banyaknya? Tergantung isi kantong juga sich. Sebagai contoh nih, kalau kita mau gabung di Parked, kita harus punya 10 domain, dengan asumsi harga domain Rp 85.000,- per tahun, berarti kita butuh modal minimal Rp 850.000,- per tahun. Tapi kalau usaha parkir kalian berhasil, maka penghasilan kalian bisa berkali kali lipat. Namun, saya tahu bahwa orang-orang Indonesia itu paling suka dengan yang namanya barang murah, maka silahkan berburu informasi domain murah, misalnya di sini.
Promosi (Trafik). Seperti yang saya bilang, kalau “lahan parkir” kita sepi, kita tidak mungkin dapat penghasilan. Lalu bagaimana cara promosi kita supaya banyak trafik yang datang ke “lahan parkir” kita? Ada yang menggunakan Adwords
sebagai sarana promosi, namun harus penuh dengan kehati-hatian karena sebenarnya “lahan parkir” dilarang dipromosikan di Adwords. Kalau ketahuan, account Adwords kalian bisa di-banned seperti yang dialami Rony. Contoh yang patut di-contoh adalah trik Isnaini dan Dexno. Tunggu sampai domain kalian ter-index oleh search engine dan banyak pengunjung (tinggi trafiknya), baru kemudian domain tersebut diparkir.
Soal bayaran, untuk parked, bayarannya bisa 2 kali sebulan, untuk tanggal 1-15 dibayar tanggal 22, sedangkan earning tanggal 15-30 dibayar sekitar tanggal 7 bulan berikutnya. Bayarannya bisa lewat paypal. Berhubung paypal sudah terbuka untuk Indonesia, bayaran bisa langsung di-withdrawn ke kartu kredit kalian. Buat yang belum punya kartu kredit, bisa menggunakan jasa pencairan paypal di Indonesia seperti Onespay dan Kiospay.
Lalu, siapa sich sebenarnya si Brokencode itu? Jadi penasaran! Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Brokencode.
Tukang Rayu. Rayuannya terkenal sangat hebat, terutama dalam merayu Parked untuk menerima calon Refferalnya. Berkat rayuannya, Isnaini diterima di Parked hanya dalam waktu beberapa jam, padahal orang lain bisa berminggu-minggu tanpa kabar dan belum tentu diterima. Soal merayu yang “lain”, saya kurang tahu, silahkan tebak sendiri.
Tukang Nyepam. Akhir-akhir ini memang dia terlihat sangat nafsu untuk nyepam di form komentar blog teman-temannya dan beberapa blog lainnya, dasar narsis. Tampaknya, dia sedang benar-benar berharap banyak orang datang ke blognya dan kemudian balik nyepam di tempatnya. Bahkan, dia sedang membuka comment contest berhadiah khusus buat kalian yang rajin nyepam di tempat dia. Buruan ke sana dan jadilah spammer setia untuk mendapatkan sebuah Kaos Billabong.
Penakut. Kalau Dexno memutuskan untuk keluar dari pekerjaan rutinnya untuk berkonsentrasi full di internet marketing dan Cosa yang sudah lama jadi enterpreneur sukses di dunia internet marketing, maka si Brokencode ternyata belum berani, semoga dia jadi termotivasi.
Terlepas dari itu semua, Brokencode adalah orang yang baik hati, tidak sombong, dan gemar menabung
. Dan yang sudah pasti, dia adalah seorang guru yang baik, selamat berguru kepada Brokencode, salah satu “tukang parkir” sukses di Indonesia.
Note: Mohon bersabar jika melihat tulisan “Bandwidth Limit Exceeded” di blog Brokencode. Maklum saja, akhir-akhir ini dia lagi jadi seleb, makanya agak sulit menemui dirinya meski sekedar buat minta tanda tangan.
















Keren…keren, googling tentang profesi tukang parkir akhirnya terdampar di blog nya pak ustadz
good…good
keren nulisnya